Senin, 31 Oktober 2016

Aneka Profil Frame Foto Depok


Frame Foto Depok menyediakan koleksi profil frame foto minimalis dan ukir (FS dan M13). Semuanya terbuat dari bahan fiber yang cantik, eksklusif, ringan, awet, dan tidak mudah lapuk. Penutup belakang terbuat dari bahan medium density board (MDF), yakni kayu lembaran yang dikenal lebih kuat dan lebih halus dibandingkan plywood. Frame foto kami memiliki ketebalan kaca 2 mm.


Frame foto bahan fiber M13. Tersedia warna silver, gold, dan cokelat dalam ukuran 3R hingga 24R dengan harga mulai Rp 90.000 per lusin.


Frame foto bahan fiber FS. Tersedia warna silver, gold, dan cokelat dalam ukuran 3R hingga 24R dengan harga mulai Rp 70.000 per lusin.



Frame foto bahan fiber minimalis. Tersedia warna merah, hitam, putih, kuning, dan pink. Untuk profil 2 cm harga mulai Rp 70.000 per lusin. Untuk profil 3 cm harga mulai Rp90.000 per lusin.

Frame Foto Depok juga menerima pesanan ukuran khusus untuk gambar/lukisan/foto spesial Anda dengan harga istimewa.

Kamis, 20 Oktober 2016

Awal Bisnis Frame Foto, dari Kredit Baju


Bisnis ini berawal dari kredit baju. Aneh, ya, kedengarannya? Jualan frame foto kok dari kredit baju. Begitulah, saudara-saudara, Frame Foto Depok tidak akan menjadi seperti sekarang kalau tidak diawali dari menjual baju secara kredit.

Awalnya kami menawarkan pakaian anak dan dewasa kepada tetangga dan kerabat kami. Untuk menarik hati pembeli, kami melonggarkan cara pembayaran dengan memberikan kredit. Rupanya para pelanggan menyukainya. Mereka pun mulai meminta barang-barang lain, seperti telepon seluler, televisi, AC, dan kulkas, untuk dibayar dengan cara mencicil. Hasilnya lumayan juga!

Suatu hari, seorang adik yang sudah lama menggeluti usaha frame foto, yang juga pelanggan setia baju dagangan kami, meminta kami membelikan bahan untuk frame foto karena ia sedang kehabisan modal. Jumlahnya cukup besar bagi kami. Namun, dengan niat baik, kami pun memberikannya. Permintaan lalu merembet ke bahan-bahan lainnya. Hingga akhirnya ia menyatakan menyerah dan ingin menjual usahanya kepada kami untuk membayar utang-utangnya. Bismillah, setelah mencari dana ke sana ke mari, akhirnya usaha frame foto pun berpindah tangan. Adik yang semula menjadi bos kini menjadi karyawan kami. Tak apalah, yang penting asap dapur bisa tetap ngebul dengan aman.

Mengelola usaha yang sudah hampir bangkrut ternyata tidak mudah. Mulai dari mencari supplier bahan-bahan mentah dengan harga termurah hingga pemasaran menjadi masalah yang cukup pelik. Apalagi kampung tempat adik tinggal di wilayah Kelapa Dua, Depok, memang merupakan sentra usaha frame foto. Masalah persaingan usaha tidak terhindarkan. Namun, satu per satu masalah itu dapat kami lalui dengan baik. Dengan pengalaman menjadi penjual baju door to door, kenekatan, dan muka tembok, pelanggan frame foto kami semakin banyak, bahkan hingga ke luar kota.

Rambah Luar Kota

Pada awal-awal mencari pelanggan, kami menawarkan kepada penjual lukisan, kaligrafi, dan foto tokoh-tokoh nasional yang banyak bertebaran di beberapa sentra pedagang kaki lima di Jakarta. Dari mereka, kami mendapat banyak pesanan frame foto untuk mereka salurkan lagi kepada pihak lain. Belum puas dengan pelanggan dalam kota, kami menebar jaring hingga luar kota, bahkan luar Jawa.

Studio foto serta toko buku dan ATK menjadi sasaran berikutnya. Berbekal rekomendasi dari kenalan-kenalan baru kami, sahabat lama, serta bertanya pada Mbah Google, kami mempromosikan produk kami lewat telepon satu per satu. Ada yang berhasil, banyak juga yang gagal. Kata orang, semakin banyak gagal, semakin dekat Anda pada keberhasilan. Percaya saja dulu lah.

Tak hanya pedagang, pelanggan kami pun banyak yang merupakan end user. Biasanya mereka mendatangi workshop kami atau menitipkan gambar atau poster untuk dipasangkan frame foto. Lumayan untuk jajan sehari-hari atau bonus karyawan.

Kini, usaha frame foto kami sudah memberikan hasil yang lumayan. Mesin-mesin dan peralatan lainnya sudah kami tambah dan perbarui. Karyawan kami sudah mencapai sembilan orang. Kami pun sudah memiliki sarana untuk mengirim barang sendiri. Jika pesanan tidak mampu lagi kami tangani, kami mengambil pasokan dari sesama produsen di sekitar kami sehingga bisa turut menghidupi usaha mereka yang sudah mulai kembang kempis. Orang-orang yang ingin ikut menjadi tenaga pemasaran pun berdatangan.

Permintaan juga semakin beragam. Di samping frame foto yang umum di pasaran, kami mulai menjual frame untuk seserahan. Bisa jadi, di waktu mendatang, kami membuka usaha wedding organizer mengingat kebutuhan frame foto yang tinggi di bidang usaha tersebut.

Berminat menjadi reseller kami? Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar.

Bingkai Foto, Bisnis dengan Omzet Menggiurkan



Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Begitu juga saya. Tidak pernah saya membayangkan akan berjualan bingkai foto dan menjadi sesibuk ini.

Dulu, saya memandang sebelah mata penjual bingkai foto di pinggir jalan dan yang berkeliling mendorong gerobak. Apa yang bisa diharapkan dari berjualan barang yang bukan menjadi kebutuhan sehari-hari? Paling-paling satu hari cuma laku dua bingkai foto. Itu pun kalau sedang beruntung. Kalau sedang apes? Bisa-bisa anak dan istri kelaparan di rumah.

Namun ternyata, setelah sempat mengenal dunia perbingkaian, pandangan itu berubah total. Jangankan yang berdagang keliling, pedagang bingkai foto yang hanya satu minggu sekali menggelar barang dagangannya di pasar kaget pun bisa meraih untung jutaan rupiah per bulannya. Bisa untuk belanja dapur, biaya sekolah anak, tagihan listrik, air, dan sebagainya, bahkan untuk piknik sekeluarga sesekali waktu.

Memang tak selamanya mentari bersinar (opo tho?), tetapi mendung pasti akan mendatangkan hujan yang membasahi bumi dan pelangi yang berwarna-warni (iki opo meneh?). Seperti itulah kira-kira gambaran naik-turunnya bisnis bingkai foto ini. Ada kalanya selama beberapa minggu tak ada penjualan sama sekali, tetapi setelah itu pesanan datang berlimpah bak banjir bandang, melebihi kekosongan kantong yang sempat terjadi beberapa waktu sebelumnya.


Yang Penting Kemauan

Sudah pastilah, apa pun pekerjaan yang kita lakukan, yang penting kita punya adalah kemauan. Tanpa kemauan, kita tidak akan mulai bergerak meski pekerjaan tersebut kita sukai. Begitu juga dengan usaha bingkai foto. Calon konsumen sesungguhnya bertebaran di muka Bumi ini, asalkan kita mau mencarinya, dan tentu saja... mulai mempromosikan barang jualan kita.

Jika kita mau melihat ke sekeliling kita, banyak sekali toko yang membutuhkan bingkai foto. Jasa pembuatan dan cetak foto digital misalnya. Dalam satu hari, toko paling sepi saja bisa membutuhkan sedikitnya sepuluh piece bingkai foto. Tidak bisa kita mungkiri, perkembangan teknologi smartphone memungkinkan orang-orang yang "narsis" menyalurkan hobi mereka. Mau ke mana lagi mereka setelah berhasil selfie cantik? Cetak foto. Setelah itu, pajang di dinding dong.

Anda suka jalan-jalan santai, kan? Pasti Anda sering melihat penjual kaligrafi, lukisan, atau foto tokoh-tokoh nasional. Apa yang mereka butuhkan? Pintar. Bingkai foto. Bagaimana mungkin gambar-gambar indah itu terpajang di dinding tanpa bingkai foto? Pasti akan terlipat di ujung-ujungnya. Belum lagi warna yang cepat berubah akibat terpapar udara yang berubah-ubah dan debu. Jelek, bukan?

Sekolah, rumah sakit, serta instansi pemerintah dan swasta juga pasar yang sangat bagus untuk bingkai foto. Setiap tahun tentu mereka mengganti foto-foto di dinding supaya ruangan tetap terlihat segar. Apalagi di instansi pemerintah, sudah pasti mereka jor-joran karena, meski angkanya terbilang kecil, mereka menganggapnya sebagai "proyek" yang menguntungkan. Nah, di sini kita harus berhati-hati. Jangan sampai kita terjebak pada permainan mereka. Sudah tahu, kan, kalau apa pun di lembaga pemerintah bisa "diproyekkan"? Lebih baik kita cari aman saja dengan hanya menjual kepada perusahaan pemasok alat tulis dan kantor (ATK). Sudah aman, halal pulak.

Saat ini sedang menjadi tren baru anak-anak muda yang membuat wedding organizer menggunakan bingkai foto ukuran kecil sebagai souvenir pesta. Mereka menyediakan photo booth kemudian memasangkan hasil cetakan foto tamu ke souvenir tersebut. Momen indah yang tak mungkin terlupakan, apalagi bila sang pengantin adalah sahabat atau keluarga terkasih.

Masih banyak lagi pihak-pihak yang membutuhkan bingkai foto, yang penting kita mau kreatif mencari dan terus mencari. Itulah sebabnya saya tak pernah bosan menjalani bisnis ini. Berkenalan dengan orang baru dengan berbagai sifat, memperluas wawasan, dan mencari peluang baru menjadi nilai tambah dalam bisnis ini. 

Berminat menjadi reseller kami? Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar.